- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
- - - -- - - -
Kalian semua tentu sudah tau dengan yang namanya dosa. Dosa adalah hal yang sebagian besar sudah merasuki tubuh & hidup kita. Kita mungkin bisa menghindari dosa-dosa, tetapi untuk "7 Dosa Besar" , itu mustahil & juga tidak mustahil jika kita bisa mengotrol diri.
7 Dosa Besar, atau biasa disebut juga dengan "The 7 Deadly Sins". 7 Dosa ini yang wajar terdapat dalam diri setiap manusia dibandingkan dosa-dosa lainnya, mereka adalah :
1. Sloth (Kemalasan).
2. Gluttony (Kerasukan).
3. Lust (Hawa Nafsu).
4. Greed (Keserakahan).
dan 3 dosa paling besar & berkuasa :
5. Wrath (Amarah).
6. Envy (Rasa Iri).
7. Pride (Kesombongan).
Nah..apakah salah satu dari 7 dosa ini ada dalam diri kita? Atau malah semuanya terdapat dalam diri kita!?
.
Seperti yang akan kalian ketahui, 7 dosa ini tumbuh & berawal dari 7 iblis yang berkuasa besar untuk menguasai hati nurani manusia. Kita akan melihat sosok iblis-iblis berikut yang telah merusak hati dan batin kita.
.
7 iblis besar itu adalah sebagai berikut :
.
1. Belphegor (pembawa "Sloth")
Walaupun kemalasan adalah dosa yang paling ringan dibandingkan dosa lainnya, namun kemalasan adalah salah satu dosa yang jika semakin besar membawa dampak keputusasaan (despair).
Belphegor, salah satu iblis ini merasuki manusia untuk bertindak malas yang berdampak gagal dalam mencapai tujuan / cita-cita.
2. Beelzebub (pembawa "Gluttony")
Salah satu iblis pembawa dosa ini, memiliki gambaran seekor makhluk yang memakan secara rakus para mangsanya. Iblis ini berupa dewa lalat.
Beelzebub mengajak manusia untuk memakan makanan yang mahal, rakus, dan pilih-pilih makanan.
3. Asmodeus (pembawa "Lust")
Asmodeus adalah iblis kaya akan nafsu. Dikatakan bahwa orang yang jatuh ke dalam bimbingan Asmodeus akan dihukum selamanya di neraka tingkat 2, karena dia adalah salah satu raja neraka.
Dia digambarkan berwujud seperti raja, dengan 3 kepala. Ada banteng, laki-laki dengan mahkota, dan domba. Dia juga digambarkan sambil memegang tombak.
4. Mammon (pembawa "Greed")
Mammon adalah iblis keserakahan, kekayaan dan ketidakadilan. Manusia yang telah memiliki dosa ini kebanyakan adalah orang yang sangat serakah akan uang dan harta, dan suka memperbudak orang lain.
Gambaran Mammon adalah makhluk yang memegang hartanya & tidak dia tidak segan untuk menginjak kepala seseorang demi harta yang dia miliki dan yang diinginkannya.
5. Satan (pembawa "Wrath")
Satan (biasa juga disebut sebagai Amon) adalah iblis dengan amarah yang besar yang akhirnya bersifat menimbulkan dosa. Akibat dari dosa ini jika semakin membara adalah tindakan kekerasan bahkan sampai membunuh.
Tetapi dampak besar yang akan terjadi dari dosa ini yaitu "bunuh Diri". Wrath yang dikontrol oleh Satan merupakan penguasa neraka ke 6. Orang-orang masuk kesana akan mati berulang-ulang kali, hingga akhir zaman pun mereka akan terus merasakan penderitaan saat mati hingga akhir hayatnya.
6. Leviathan (pembawa "Envy")
Leviathan merupakan salah satu makhluk dari 7 pangeran dari neraka dan dialah yang memiliki pintu neraka di mulutnya (Hellmouth). Leviathan digambarkan sebagai raksasa laut besar / monster laut. Leviathan menggoda manusia dengan melakukan penghujatan.
Penghujatan dapat diartikan sebagai menggunakan alasan karena dendam terhadap suatu hal, yang menyebabkan munculnya rasa iri / cemburu.
7. Lucifer (pembawa "Pride")
Lucifer adalah makhluk penakluk salah satu dosa paling besar dari 7 dosa besar,yaitu "Pride" (Kesombongan). Jika bercerita tentang sombong, tidak akan lepas dalam suatu hal, baik harta, penampilan, bakat, dll.
Selain kesombongan, sosok Lucifer juga menggoda manusia dengan cara membawa "kebahagiaan yang berlebihan" kepada mereka.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Akhirnya, sekian sampai disini saja. Maaf jika artikelnya kurang menarik.
(karena baru coba-coba saja")
.
Jika ada kurang, tolong dimaafkan.
(maklumi saja")
.
XOXO
Owner
.
- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -









Tidak ada komentar:
Posting Komentar